Jumat, 27 September 2013

Arteri dan Vena {1}

Pembuluh arteri dan vena
arteri dan vena Peredaran darah Manusia
Pembuluh arteri dan vena
1. Peredaran Darah pada Manusia ( Sistem Transportasi )
Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan keseluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darahberedar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening)dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalahcairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah danbagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.
3d arteri dan vena tangan Peredaran darah Manusia
visualisasi arteri dan vena tangan
2. Pembuluh Darah
Berdasarkan aliran darahnya, pembuluh darah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh nadi atau arteri (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung) dan pembuluh balik atau vena (pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju jantung). Baik pembuluh nadi maupun pembuluh balik masing-masing memiliki cabang terkecil yang disebut dengan pembuluh kapiler.
Dinding pembuluh nadi lebih tebal, kuat, dan elastic dibandingkan dinding pembuluh balik. Pembuluh nadi harus kuat karena harus menahan tekanan darah yang dipompa oleh jantung. Saat jantung berdenyut, maka pembuluh nadi pun ikut berdenyut akibat tekanan darah yang terpompa. Jika kamu meraba pembuluh nadi, kamu dapat merasakan denyut nadi tersebut. Salah satu tempat yang denyutnya dapat kamu rasakan dengan mudah adalah pembuluh nadi yang berada di dekat pergelangan tangan, di dekat tulang yang lurus dengan ibu jari.

Dari seluruh tubuh darah kembali ke jantung melalui pembuluh balik (vena). Dinding pembuluh balik lebih tipis dibandingkan dinding pembuluh nadi. Pembuluh balik besar ada dua macam, yaitu pembuluh balik besar atas (untuk mengembalikan darah dari kepala dan tangan dan pembuluh balik besar bawah untuk mengembalikan darah dari kaki dan badan). Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabang-cabang beberapa kali hingga pembuluh kapiler yang ukurannya sangat kecil. Pembuluh kapiler hanya dapat dilalui oleh satu butir sel darah merah saja.

Secara keseluruhan perbedaan pembuluh vena dan pembluh nadi sebagai berikut:
Arteri :
1. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri membawa darah yang kaya oksigen, kecuali arteri pulmonalis.
2.
Arteri bersifat elastik karena mempunyai lapisan otot polos dan serabut elastik sehingga dapat berdenyut-denyut sebagai kompensasi terhadap tekanan jantung pada saat sistol.
3. Arteri yang lebih kecil dan arteriola lebih banyak mengandung lapisan otot sebagai respon terhadap pengendalian saraf vasomotor.
4. Arteri mempunyai diameter yang berbeda-beda, mulai yang besar yaitu aorta kemudian bercabang menjadi arteri dan arteriola.
5. dinding arteri tebal karena membawa darah dengan tekanan yang tinggi
6. Di tubuh tidak berada di permukaan tetapi agak kedalam dibawah permukaan
7. Berwarna cenderung merah karena cenderung membawa darah yang mengandung oksigen kecuali arteri pulmonalis

Vena :
1. Vena merupakan pembuluh darah yang mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung sehingga dinamakan pula pembuluh balik.
2. Vena mempunyai tiga lapisan seperti arteri tetapi mempunyai lapisan otot polos yang lebih tipis, kurang kuat dan mudah kempes (kolaps).
3. Vena dilengkapi dengan katup vena yang berfungsi mencegah aliran balik darah ke bagian sebelumnya karena pengaruh gravitasi.
4. Katup vena berbentuk lipatan setengah bulat yang terbuat dari lapisan dalam vena yaitu lapisan endotelium yang diperkuat oleh jaringan fibrosa.
Berikut tabel perbedaanpembuluh arteri dan vena

beda arteri dan vena Peredaran darah Manusia

Curah Jantung {1}

1.      Pengertian Curah jantung
Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa oleh ventrikel selama satuan waktu. Curah jantung pada orang dewasa normal sekitar 5 L/menit namun sangat bervariasi, tergantung kebutuhan metabolism tubuh. Curah jantung ( CO ) sebanding dengan volume sekuncup ( SV ) kali frekuensi jantung ( HR ).


                                                                   CO = SV x HR
 
 

Penjelasan
Volume sekuncup adalah sejumlah darah yang disemburkan setiap denyut. Maka curah jantung dapat dipengaruhi oleh perubahan volume sekuncup maupun frekuensi jantung. Frekuensi jantung istirahat pada orang dewasa rata – rata 60 sampai 80 denyut / menit dan rata – rata volume sekuncup 70ml/denyut.
Kontrol frekuensi jantung. Karena fungsi jantung adalah menyuplai darah ke seluruh jaringan tubuh, maka keluarnya harus dapat berubah sesuai perubahan kebutuhan metabolisme jaringan itu sendiri. Perubahan  frekuensi jantung dapat terjadi akibat kontrol repleks yang dimediasi oleh sistem saraf otonom, meliputi bagian simpatis dan parasimpatis. Impuls parasimpatis, yang berjalan ke jantung melalui nervus vagus, dapat memperlambat frekuensi jantung, sementara impuls simpatis meningkatkannya. Efeknya terhadap frekwensi jantung berakibat mulai dari aksi pada nodus SA untuk meningkatkan maupun menurunkan kecepatan depolarisasi intrinsiknya. Keseimbangan antara kedua refleks tadi mengontrol sistem yang normalnya menentukan frekuensi jantung. Frekuensi jantung dirangsang juga oleh peningkatan kadar katekolamin ( yang disekresikan oleh kelenjar adrenal) dan oleh adanya kelebihan hormon tiroid yang menghasilkan efek mrnyerupai katekolamin.
Kontrol Volume Sekuncup. Volume sekuncup terutama ditentukan oleh tiga faktor :
a.       Kontraktilitas Intrinsik Otot Jantung
Kontraksi intrinsik otot jantung adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan tenaga yang dapat dibangkitkan oleh kontraksi miokardium pada kondisi tertentu. Kontraksi ini dapat meningkat akibat katekolamin yang beredar, aktivitas saraf simpatis dan berbagai obat seperti digitalis serta dapat menurun akibat hipoksemia dan asidosis. Peningkatan kontraktilitas dapat terjadi pada peningkatan volume sekuncup.
 
b.      Derajat peregangan otot jantung sebelum kontraksi ( preload )
Preload merupakan tenaga yang menyebabkan otot ventrikel meregang sebelum mengalami eksitasi dan kontraksi. Preload ventrikel ditentukan oleh volume darah dalam ventrikel pada akhir diastolik. Semakin besar  preload, semakin besar volume sekuncupnya, sampai pada titik dimana otot sedemikian teregangnya dan tidak mampu berkontraksi lagi. Hubungan antara peningkatan volume akhir diastolik ventrikel pada kontraktilitas intrinsik tertentu dinamakan hukum starling jantung, yang didasarkan pada kenyataan bahwa semakin besar pula derajat pemendekan yang akan terjadi. Akibatnya terjadi peningkatan interaksi antara sarkomer filamen tebal dan tipis.
 
c.       Tekanan yang harus dilawan otot jantung untuk menyemburkan darah selama kontraksi (afterload). Afterload adalah suatu tekanan yang harus dilawan ventrikel untuk menyemburkan darah. Tahanan terhadap ejeksi ventrikel kiri dinamakan tahanan vaskuler sistemik. Tahanan oleh tekanan pulmonal terhadap ejeksi ventrikel dinamakan tahanan vaskuler pulmonal. Peninggian afterload akan mengakibatkan penurunan cvolume sekuncup.
Jantung dapat mencapai peningkatan volume sekuncup yang cukup besar selama latihan fisik,dengan meningkatkan preload melalui peningkatan aliran balik vena, dan kontraktilitas melalui sistem saraf simpatis, serta dengan menurunkan afterload melalui vasodilatasi perifer yang akan menurunkan tekanan aorta. Persentase volume akhir diastolik yangdisemburkan pada tiap kuncup dinamakan fraksi ejeksi. Dan jantung normal menyemburkan 55% sampai 75% volume akhir diastolik. Fraksi ejeksi dapat digunakan sebagai indeks kontraktilitas miokardium dan akan menurun bila kontraksi jantung menurun.

BUNYI JANTUNG



Dua bunyi jantung utama dalam keadaan normal dapat didengar dengan stetoskop selama siklus jantung.
 
Bunyi jantung I bernada rendah, lunak, dan relatif lama, sering dikatakan terdengar seperti “lub”.
 
Bunyi jantung II memiliki nada yang lebih tinggi, lebih singkat, dan tajam, sering dikatakan terdengar seperti “dup”.
 
Dengan demikian, dalam keadaan normal terdengar “lub, dup, lub, dup, lub, dup, ...”
Bunyi jantung I berkaitan dengan penutupan katup AV, sedangkan bunyi II berkaitan dengan penutupan katup semilunaris. Pembukaan katup tidak menimbulkan bunyi apapun. Bunyi timbul karena getaran yang terjadi di dinding ventrikel dan arteri-arteri besar ketika katup menutup, bukan oleh derik penutupan katup.
 
Karena penutupan katup AV terjadi pada awal kontraksi ventrikel ketika tekanan ventrikel pertama kali melebihi tekanan atrium, bunyi jantung I menandakan awitan sistol ventrikel. Penutupan katup semilunaris terjadi pada awal relaksasi ventrikel ketika tekanan ventrikel kiri dan kanan turun dibawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Dengan demikian, bunyi jantung II menandakan permulaan diastol ventrikel.
Selain bunyi jantung diatas terdapat bunyi jantung III dan IV.
 
Bunyi jantung III bernada rendah dan dalam keadaan normal terdengar ± 0,015 sampai 0,017 detik setelah bunyi jantung II, terjadi akibat getaran cepat dari aliran darah saat pengisian cepat dari ventrikel. Dapat terdengar pada anak sampai dewasa muda. Bunyi jantung I, bunyi jantung II bersama-sama bunyi jantung III memberi suara derap kuda → gallop rhythm. 
 
Bila bunyi jantung III terdapat pada orang tua dengan intensitas yang keras ( protodiastolic gallop ) menandakan keadaan jantung memburuk. Protodiastolic gallop yang terdengar di apeks menunjukkan perubahan pada ventrikel kiri ( gagal jantung kiri ). Protodiastolic gallop yang terdengar di dekat ujung sternum menunjukkan perubahan ventrikel kanan ( gagal jantung kanan ).
 
Bunyi jantung IV disebabkan kontraksi atrium yang mengalirkan darah ke ventrikel yang kompliansnya menurun. Bunyi jantung IV ( atrial gallop ) kadang terdengar pada dewasa muda 0,08 detik sebelum bunyi jantung I dengan intensitas rendah. Bunyi jantung IV pada orang tua dapat terjadi pada blok AV, hipertensi sistemik atau infark miokard.

Pengukuran Tekanan Darah Arteri



Tekanan darah merupakan besaran yang sangat penting dalam dinamika peredaran darah (hemodinamika). Tinggi tekanan darah pada berbagai macam pembuluh darah tidak sama, tekanan darah pada arteri lebih tinggi daripada tekanan darah pada vena.
Pada pemeriksaan fisik seorang penderita, pengukuran tekanan darah arteri sudah menjadi suatu keharusan, pengukuran ini selalu dilakukan di samping pemeriksaan lain.

Sampel sekarang telah dikenal dua macam cara pengukuran tekanan darah arteri, yaitu:
1. Pengukuran tekanan darah arteri secara langsung (direct method) dan
2. Pengukuran tekanan darah arteri secara tidak langsung (indirect method)

Pengukuran tekanan darah arteri secara langsung dilakukan dengan jalan menembus arteri (cara invasif) dan kemudian memasukkan salah satu ujung sebuah pipa (tube,catheter) ke dalam arteri tersebut sedangkan ujung pipa lain dihubungkan dengan sebuah manometer. Dengan demikian, tinggi tekanan darah di dalam arteri tersebut dapat diukur. Pengukuran tekanan darah arteri ini secara langsung dilakukan hanya di laboratorium yang besar saja dan baru dilakukan kalau perlu, misalnya untuk mendapatkan data hemodinamik yang teliti untuk keperluan pembedahan jantung.

Pengukuran tekanan darah arteri secara tidak langsung dilakukan dengan teknik yang sederhana, tanpa menembus arteri (non invasif) dan dapat dilakukan dimana saja jika diperlukan.
Pengukuran tekanan darah arteri baik secara langsung maupun secara tidak langsung bertujuan untuk mengetahui tinggi tekanan darah arteri pada waktu sistole ventrikel (tekanan sistol) dan pada waktu diastole ventrikel (tekanan diastolik).

Kadang-kadang oerlu pula diketahui tinggi tekanan darah arteri rata-rata, tinggi tekanan darah ini adalah
TR = TD + 1/3 (TS-TD) mmHg
TR = Tinggi tekanan darah arteri rata-rata
TS = Tinggi tekanan sistolik
TD = Tinggi tekanan diastolik.

Pada pengukuran tekanan darah arteri secara tidak langsung ini, dikenal pula pengukuran secara palpatoar (palpatoir) dan pengukuran secara auskultatoar (auscultatoir). Cara palpatoar dilakukan dengan jalan meraba (palpasi) denyut nadi dengan jari telunjuk dan jari tengah. Dengan cara ini, dapat diketahui hanya tekanan sistolik saja. Cara auskultatoar dilakukan dengan jalan mendengar (auskultasi) bunyi detak dan desir aliran darah di dalam arteri dengan perantaraan stetoskop/ Dengan cara ini baik tinggi tekanan sistolik maupun tinggi tekanan diastolik dapat diketahui. Cara auskultatoar ini diketemukan oleh korotkoff pada tahun 1905 dan sampai sekarang masih tetap dipergunakan orang. Dalam pekerjaan sehari-hari, kedua carfa ini biasanya dipakai bersama-sama sesuai dengan keperluan.

Dengan berkembangnya teknologi dalam dunia keodkteran, telah diciptakan pula alat pengukur tekanan darah arteri secara tidak langsung tanpa palpasi dan tanpa auskultasi.
Tinggi tekanan darah arteri pada orang dewasa yang normal dalam keadaan istirahat dalam posisi berbaring adalah 120 mmHg untuk tekanan sistolik 70mmHg untuk tekanan diastolik (ditulis 120/70 mmHg). Tinggi tekanan darah ini bervariasi antara lain karena umur, jenis kelamin, dan posisi badan atau bagian badan. yang menimbulkan variasi tinggi tekanan darah arteri karena posisi badan atau bagian badan adalah tidak lain dari pada gaya berat.

Pada orang yang berdiri tegak misalnya, tekanan darah arteri pada kaki lebih tinggi daripada tekanan darah arteri pada kepala, sedangkan pada orang yang berbaring, tinggi tekanan darah arteri di seluruh badan adalah sama. Dalam hal ini, pada orang yang berdiri tegak, tekanan darah arteri yang di kaki mendapat tambahan tekanan hidrostatis kolom darah di dalam badan sedangkan yang di kepala tidak. Pada orang yang berbaring, kolom darah di dalam badan terletak horizontal (tegak lurus terhadap gaya berat) sehingga pengaruh gaya berat terhadap seluruh kolom darah adalah sama besarnya.

Pada berat jenis darah yang normal, tinggi tekanan hidrostatis ini adalah 0,77 mmHg/Cm pada arah gaya berat. Dengan demikian, jika tinggi tekanan darah arteri rata-rata setinggi jantung misalnya 100mmHg, maka tinggi tekanan darah arteri rata-rata di kaki yang letaknya 105 Cm di bawah jantung adalah 100 + (105 x 0,77) mmHg = 180 mmHg sedangkan tinggi tekanan darah arteri rata-rata di kepala yang letaknya 50 Cm di atas jantung adalah 100 - (50 x 0,77) mmHg = 62 mmHg.
Pada orang yang berbaring, seluruh badan terletak pada bidang horizontal sehingg tekanan darat arteri rata-rata di sepanjang badan sama tingginya.

ALAT – ALAT YANG DIPERGUNAKAN

1. Stetoskop
Stetoskop adalah alat yang berguna untuk mendengar bunyi yang timbul dalam badan. Alat ini terdiri atas:
a. Ujung bagian telinga (ear piece) yang dipasang di telinga pemeriksa pada waktu memeriksa penderita
b. Ujung bagian dada (chest piece)nyang diletakkan di atas dada penderita pada waktu pemeriksaan. ujung bagian dada ini ada dua macam:
1) ujung yang berbentuk corong
2) ujung yang lebar dengan diafragma.
Ujung yang berbentuk corong dipergunakan untuk mendengar bunyi dengan berbagai frekuensi sedangkan ujung yang lebar dengan diafragma hanya untuk bunyi dengan frekuensi yang tinggi saja, bunyi dengan frekuensi yang rendah direndam oleh diafragma. ujung yang berbentuk corong tidak boleh ditekan terlalu keras di atas kulit sebab kulit yang tergang karena tekanan yang keras itu dapat berfungsi sebagai diafragma sehingg bunyi yang berfrekuensi rendah tidak terdengar.

2. Sfigmomanometer dan balut Riva Rocci

Alat ini terdiri atas sebuah manometer yang dihubungkan dengan sebuah kantong yang berbentuk balut, berdinding keras sehingga tidak dapat diregangkan dan dapat diisi udara di dalamnya. Kantong atau balut ini disebut Riva Rocci. Balut Riva Rocci ini dihubungkan pula dengan sebuah pompa udara yang berguna untuk memasukkan udara ke dalam balut tersebut. Pompa udara ini diperlengkapi dengan keran untuk mengeluarkan udara dai dalam balut.
Manometer yang dipergunakan pada oengukuran ini dapat manometer yang memakai pegas dan dapat pula manomenet air raksa. dengan memompa udara ke dalam balut, makan tekanan udara di dalam balut naik dan pompa balut ini lalu mendesak jaringan yang berbalut sehingga arteri di bagian tengah terjepit. Dengan terjepintya arteri ini kembali, udara di dalam balut dikeluarkan dengan memutar keran yang terdapat di tangkai pompa udara.

CARA KERJA
Pengukuran tekanan darah arteri dalam praktikum ini didasarkan atas cara pengukuran tekanan darah arteri yang dianjurkan oleh American Heart Association.
Orang yang akan diukur tinggi tekanan daranya (probandus) disuruh berbaring dengan tenang. Kemudian lengan atas probandus dibalut dengan Riva Rocci. Pembalutan harus cukup ketat dan balut harus cukup lebar agar didapatkan hasil pengukuran yang benar.

Pengukur melakukan palpasi pada nadi pergelangan tangan probandus. Setelah denyut nadi teraba, udara dipompa ke dalam balut Riva Rocci sampai denyut nadi menghilang. Pada saati ini arteria Brachialis sudah terjepit sehingga aliran darah di dalamnya terhenti. pemompaan udara diteruskan sedikit lagi (+30 mmHg) dan pemeriksa meletakkan ujung bagian dada stetoskop di atas lipatan siku probandus di luar balut (pergunakanlah ujung bagian dada yang berbentuk corong). Setelah ujung bagian dada stetoskop terletak dengan baik di lipatan siku probandus, keran pada pompa udara dibuka dan udara mengalir keluar dari dalam balut Riva Rocci sementara pemeriksa mendengar pada stetoskop dengan seksama.

Pada suatu saat terdengar bunyi detak seperti bunyi detak jantung. Bunyi ini ditimbulkan oleh benturan aliran darah pada balut Riva Rocci. Setelah terdengar beberapa detak, timbulah suara mendesis mengiringi detak tadi. Desis ini dikenal dengan istilah bising Korotkoff. Bising ini terdengar makin keras semakin banyak udara yang dikeluarkan dari dalam balut Riva Rocci. Pada suatu saat bising ini menjadi redup dan kemudian menghilang, smenetara udara yang terdengar di dalam balut Riva Rocci terus mengalir keluar sampai akhirnya balut kempis.

Ada dua peristiwa yang pelru diperhatikan dalam pengukuran ini:

1. Saat terdengarnya detak yang pertama. Pada saat ini darah di dalam arteria Brachialis mulai mengalir dan jika dilakukan palpasi, maka denyut nadi akan mulai teraba pada saat itu, Detak ini terdengar pada saat tekanan sistolik mencapai puncaknya. Jadi tekanan sistolik ini dapat diketahui baik dengan cara auskultatoar maupun dengan cara palpatoar. tinggi tekanan sistolik terdarasebut sama dengan tinggi tekanan di dalam balut riva Rocci seperti yang ditunjukkan oleh jarum manometer pada saat itu.

2. Saat meredupnya bising Korotkoff. Dalam pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti, saat meredupnya bising korotkoff ini ternyata bersamaan dengan saat tercapainya tinggi tekanan diastolik. Saat ini dapat diketahui hanya dengan cara auskultatoar saja. Tinggi tekanan diastolik ini sama dengan tinggi tekanan udara di dalam balut Riva Rocci seperti yang ditunjukkan oleh jarum manometer pada saat itu.
Bising Korotkoff diduga ditumbulkan oleh turbulensi aliran darah pada arteria Brachialis. Ada peneliti yang berpendapat bahwa turbulensi tersebut diakibatkan oleh kecepatan aliran darah yang melampaui kecepatan kritis dan ada pula yang berpendapat bahwa turbulensi tersebut diakibatkan oleh aliran darah di arteri di bawah balut yang sempit itu tiba-tiba menerjang ke tempat yang lebar di luar balut yang darah di dalamnya sedang keadaan statis. Kadang-kadang, setelah bising Korotkoff meredup, ia masih terus terdengar sampai balut Riva Rocci kempis.

Pengukuran tekanan darah arteri secara tidak langsung ini juga dilakukan pada anak-anak. Dalam hal ini pengukuran dapat dilakukan pada paha anak-anak. Untuk mendapat hasil yang teliti, lakukanlah pengukuran ini beberapa kali dan biasakanlah mengeluarkan udara dari dalam balut Riva Rocci tidak terlalu deras (membuka keran tidak terlalu besar) sehingga angka yang ditunjukkan oleh jarum manometer pada kedua saat yang oenting tadi tidak terlangkahi.

Kadang-kadang bising Korotkoff menghilang untuk sementara waktu di suatu daerah di antara tekanan sistolik dan tekanan diastolik dan terdengar kembali dekat sebelum tercapai tekanan diastolik. Menghilangnya bising Korotkoff ini dikenal dengan istilah auscultation gap yang sebabnya sampai sekarang belum diketahui orang. Pada pengukuran yang kurang teliti, auscultation gap ini dapat mengacaukan bahwan memberikan hasil yang salah.

Lakukanlah pengukuran ini pad probandus dengan posisi badan:
1. Berbaring dengan kedua lengan lurus sejajar dengan sumbu badan
2. Duduk dengan kedua lengan tergantung lurus ke bawah
3. Bediri dengan kedua lengan tergantung lurus sejajar dengan sumbu badan
Pengukuran dilakukan tiga kali pada tiap-tiap posisi badan dan hasil yang diambil adalah hasil rata-ratanya.

KEPUSTAKAAN
Beme, R.M., and Levy,M,N.1981.Cardiovascular Physiology. Mosby Company, St Louis.
Delp, M.N., and Manning, R.T.1975 Major’s Physiology Diagnosis.W.B.Saunders Company, Philadelphia.
Ganong.W.F.1975.Review of Medical Physiology.Lange Medical Publications, Los Altos.
Rushmer,R.F.1975.Structure and Function of the Cardiovascular System.W.B.Saunders Company, Philadelphia.

DASAR PENGUKURAN
Pengukuran menggunakan pita pada lengan (arm band) yang akan diisi dengan udara sehingga menekan arteri di bawahnya. Pemeriksa mendegarkan menggunakan stetoskop, bising yang dihasilkan oleh darah pada saat melewati arteri.
Ketika pita menekan arteri di bawahnya, darah tidak dapat melewaati arteri pemeriksa tidak mendengar bising kemudian secara pelan-pelan tekanan dikurangi bising akan muncul yang kemudian disebut tekanan darah sistolik. Tekanan dari pita semakin kecil, bising arteri hilang lagi, saat ini disebut tekanan darah diastolic.

1. Tensimeter dipompa sampai manset menekan arteri di bawahnya, diaman darah tidak dapat melewatinya: tidak terdengar bising pada stetoskop.
2. Tekanan diturunkan secara perlahan, darah akan melewati arteri lagi: terdengar bunyi bising dan saat pertama kali terdengar bunyi tekanan yang terukur adalah tekanan darah sistolik.
3. Tekanan diturunkan pelan, darah yang melewati arteri akan menimbulkan bising pada stetoskop.
4. Tekanan diturunkan sampai bunyi bising terdengar lemah pada stetoskop, kemudian menghilang. Saat ini tekanan darah yang terukur adalah tekanan darah diastolik.

Siklus Jantung

Pada waktu aktifitas depolarisasi menjalar ke seluruh ventrikel, ventrikel berkontraksi dan tekanan didalamnya meningkat. Pada waktu tekanan didalam ventrikel melebihi tekanan atrium, katup mitral dan trikuspid menutup dan terdengar sebagai bunyi jantung pertama. Fase kontraksi ventrikel yang berlangsung sebelum katup-katup semilunar terbuka disebut fase kontraksi isovolumetrik. Disebut demikian karena tekanan di dalam ventrikel meningkat tanpa ada darah yang keluar, sampai tekanan didalam ventrikel melebihi tekanan aorta atau arteri pulmonalis, disaat mana katup-katup semilunar terbuka dan darah keluar dari ventrikel. Ejeksi darah dari ventrikel (terutama ventrikel kiri) berlangsung sangat cepat pada permulaan sehingga kadang-kadang menimbulkan suara yang merupakan komponen akhir dari bunyi jantung satu. Fase ini disebut fase ejeksi cepat.

Sesudah darah keluar dari ventrikel maka tekanan didalam ventrikel akan menurun, pada saat tekanan ventrikel menurun lebih rendah dari tekanan aorta atau arteri pulmonalis, maka katup-katup semilunar akan menutup dan terdengarlah bunyi jantung kedua.

Selama katup mitral dan trikuspid menutup, darah dari vena pulmonalis dan vena kava tetap mengisi kedua atrium yang menyebabkan peningkatan tekanan di atrium. Sementara itu tekanan di kedua ventrikel terus menurun sehingga menjadi lebih rendah dari tekanan atrium, dan katup mitral serta trikuspid akan terbuka.

Setelah katup mitral dan trikuspid terbuka maka darah akan mengalir dari kedua atrium ke kedua ventrikel mula-mula secara cepat (fase pengisian cepat), dan makin lama makin lambat sampai berhenti, yaitu sewaktu tekanan di atrium dan ventrikel sama. Sebelum saat akhir diastole ventrikel (diastole ventrikel dimulai sesudah penutupan katup semilunar) aktifitas listrik yang menimbulkan gelombang P pada EKG menyebabkan atrium berkontraksi, dan sisa darah didalam atrium akan masuk ke dalam ventrikel. Kemudian mulailah kontraksi ventrikel lagi.

Terbukanya katup ini tidak menimbulkan suara kecuali bila ada kelainan katup (opening snap) pada stenosis mitral). Fase diantara penutupan katup semilunar dan pembukaan katup mitral/trikuspid dinamakan fase relaksasi isovolumetrik ventrikel.

Otot Jantung

Otot jantung tersusun dari sel-sel otot yang mirip dengan otot lurik namun otot jantung mempunyai percabangan. Sel-sel otot jantung mempunyai banyak inti dan terletak di tengah serabut.
Otot jantung bekerja secara teratur, tidak cepat dan tidak mengikuti kehendak kita.

Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di luar perintah otak.
Kerja ototo ini dipengaruhi oleh saraf autonom. Otot jantung membentuk dinding jantung sehingga jantung bekerja seumur hidup manusia. Kerja otot jantung tidak dipenaruhi kehendak kita.

Otot jantung merupakan otot yang mempunyai keistemawaan yaitu bentuknya lurik tetapi bekerja seperti otot polos yaitu di luar kesadaran atau di luar perintah otak.Jadi seperti mengambil sifat2 terbaik dari ke2 jenis tersebut,namun membuang kejelekannya..

Otot jantung memiliki sifat-sifat otot lurik
 1. berlurik
2.banyak inti
3.struktur hampir sama
4. kontraksi cepat dan kuat (mekanisme mirip otot lurik)
5.dll

Terdapat juga sifat-sifat otot polos
1.kerja tidak sadar
2.stamina besar
3. memiliki gap junction
4.dipengaruhi persarafan otonom
5.dll

Otot jantung bersifat lurik dan invalunter berkontraksi secara ritmis dan automatis. Mereka hanya terdapat pada miokard (lapisan otot pada jamtung) dan pada pembuluh darah yang besar yang secara langsung berhubungan dengan jantung. Pada daerah khusus yang disebut diskus interkalaris. Setiap sel mempunyai panjang sekitar 1x00micrometer dan panjang 15 micrometer, ujungnya terbelah dua yang terletak pada sel yang berdekatan. Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolema tipis mirip yang terdapat pada otot rangka, dan sarkoplasma yang penuh mitokondria. Miofibril-miofibril terpisah oleh deretan mitokondria yang mengakibatkan gambaran gurat-gurat memanjang yang nyata. Gambaran lurik melintang pada miofibril, dengan guarat-gurat A,1,2,N dan M sebagaimana pada otot rangka juga nyata tetapi guratnya tidak sejelas terdapat pada otot rangka . Intinya lonjong panjang dan terdapat di tengah serat diantara miofibril-miofibril yang divergen. Sekitar inti terdapat daerah sarkoplasma berbentuk gelandong dengan banyak mitokondria.

Struktur Halus


Miofilamen yang mengandung aktin dan myosin terdapat pada rangka dan memperlihatkan susunan yang sama. Walaupun tidak banyak, miofilamen hanya terbatas pada sel-sel otot itu sendiri dan tidak mengalami batas sel. Pengelompokan miofilamen menjadi miofibril tidak sempurna seperti pada otot rangka dan potongan melintang memperlihatkan miofibril-miofibril yang dikelilingi oleh sarkoplasma dan RE. Diskus interkalaris merupakan batas sel yang khusus pada garis-garis. Bila dua sel dapat dipisahkan pada diskus ini, maka permukaan sel yang berhadapan akan memperlihatkan gambaran yang kompleks berupa papilla dan tonjolan-tonjolan.

Kontraksi
Sejak permulaan kehidupan embrional, terjadi kontraksi miogenik spontan pada sel-sel otot jantung. Di beberapa bagian jantung dewasa, sel-sel otot jantung mengalami modifikasi dan membentuk sistem hantar rangsang yangmengandung denyut jantung. Rambatan rangsang terjadi dari sel otot jantung ke sel lain melalui nucleus. Sel-sel miokard atrium berbeda dari sel miokard ventrikel. Sel atrium lebih kecil dengan sistem T yang kurang berkembang.

Regenerasi
Otot jantung lebihtahan terhadap trauma bila dibandingkan dengan otot jenis lainnya, tetapi hampir tidak ada tanda regenerasi setelah terjadinya suatu cedera. Otot jantung yang rusak diperbaiki dengan meninggalkan suatu jaringan parut.

Anatomi Jantung

anatomi jantung
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung.
Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.

Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf.

Terdapat beberapa bagian jantung (secara anatomis) akan kita bahas dalam makalah ini, diantaranya yaitu :
a. Bentuk Serta Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.
Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.anatomi jantung
Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.
Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.

Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.
anatomi jantungb. Ruang Dalam Jantung
Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awam, atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.
Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter-ventrikulorum). Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut orifisium atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.
anatomi jantung
c. Katup-Katup Jantung
anatomi jantungDiantara atrium kanan dan ventrikel kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup trikuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral/ bikuspid. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel.
anatomi jantung1) Katup Trikuspid
Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.
anatomi jantung2) Katup pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
anatomi jantung3) Katup bikuspid
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri.. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
anatomi jantung4) Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.
d. Komponen Sistem Induksi Jantung
1). Sinoatrial
2). Atrioventrikular
3). RA, LA, RV, LV
d. Peace Meker ( Pusat Picu Jantung )

Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Untuk fungsi tersebut, otot jantung mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.
Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.
anatomi jantung