Ilmu merupakan pondasi tegaknya amalan dan ibadah. Sebagian ulama salaf (terdahulu) berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu maka dia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.” (lihat al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 93)
Tampilkan postingan dengan label Anatomy Kardiovaskuler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anatomy Kardiovaskuler. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Oktober 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung.
Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.
Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf.
Terdapat beberapa bagian jantung (secara anatomis) akan kita bahas dalam makalah ini, diantaranya yaitu :
a. Bentuk Serta Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.
Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.
Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.
Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.
Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.
Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awam, atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.
Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter-ventrikulorum). Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut orifisium atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.
c. Katup-Katup Jantung
Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri.. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.
d. Komponen Sistem Induksi Jantung
1). Sinoatrial
2). Atrioventrikular
3). RA, LA, RV, LV
d. Peace Meker ( Pusat Picu Jantung )
Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Untuk fungsi tersebut, otot jantung mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.
Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.
Jumat, 27 September 2013
PENGATURAN KARDIOVASKULER
Mekanisme Pengaturan Lokal
1. Autoregulasi
Autoregulasi
adalah kapasitas jaringan untuk mengatur aliran darahnya sendiri.
Kebanyakan pembuluh darah memiliki kapasitas intrinsik untuk
mengompensasi perubahan moderat pada tekanan perfusi dengan mengubah
tahanan pembuluh sehingga aliran darah relatif konstan.
2. Metabolit Vasodilator
Perubahan metabolit yang menghasilkan vasodilatasi pada kebanyakan adalah rsfingter prakapiler. Peningkatan CO2
dan osmolalitas juga mendilatasikan pembuluh. Peningkatan suhu
menimbulkan efek vasodilator langsung, dan peningkatan suhu di jaringan
aktif turut membantu terjadinya vasodilatasi. K+ dan laktat berperan
pada dilatasi.
3. Vasokonstriksi Setempat
Arteri
dan arteriol yang cidera berkonstriksi secara kuat. Konstriksi sebagian
disebabkan oleh pembebasan serotonin setempat dari trombosit yang
melekat pada dinding pembuluh yang cidera.
B. Zat yang Disekresi Oleh Endotel
Sel-sel
endotel membentuk organ yang mengeluarkan zat vasoaktin, antara lain
adalah prostaglandin dan tromboksan, nitrat oksida, dan endotelin.
1. Prostasiklin dan Tromboksan A2
Prostasiklin dihasilkan oleh sel endotel dan Tromboksan A2 dihasilkan oleh trombosit. Tromboksan A2 meningkatkan
agregasi trombosit dan vasokonstriksi, sedangkan prostasiklin
menghambat agregasi trombosit dan meningkatkan vasodilatasi.
Keseimbangan antara tromboksan A2 dan prostasiklin trombosit
meningkatkan agregasi trombosit local dan menimbulkan pembentukan bekuan
sekaligus mencegah perluasan bekuan yang berlebihan dan mempertahankan
aliran darah sekitarnya.
2. Nitar Oksida
Nitar
Oksida (NO) disintesis dari arginin yang dikatalis oleh nitrat oksida
sintase. Saat ini terdapat 3 bentuk iso NO sintase terdapat 3, yaitu NOS
1 (di system saraf), NOS 2 (di makrofag dan sel imun lain), NOS 3 (di
sel endotel). NOS 1 dan 3 diaktifkan oleh zat yang meningkatkan
konsentrasi Ca2+ intrasel, termasuk vasodilator asetikolin
dan bradikinin. NO yang dihasilkan oleh sel endotel berdifusi ke dalam
sel otot polos, dan bertindak sebagai perantara relaksasi otot polos
vaskular. NO juga berperan dalam remodeling vaskular dan angiogenesis.
Ereksi penis juga dihasilkan oleh pelepasan NO yang menyebabkan
vasodilatasi.
3. Endotelin
Sel
endotel menghasilkan endotelin-1, endotelin-2, dan endotelin-3. Ketiga
endotelin tersebut adalah anggota famili 3 polipeptida yang mengandung
21 asam amino.
· endotelin-1
Di
sel endotel, produk gen endotelin-1 diproses untuk menjadi suatu
prahormon 39-asam amino, yaitu big endotelin-1 yang memiliki aktivitas
endotelin-1 sekitar 1%. Prahormon diputus di ikatan Trp-val converting
enzyme.
C. Pengaturan Sistemik Oleh Hormon
Hormon
vasodilator antara lain adalah kinin, VIP, dan ANP. Hormone
vasokonstriktor dalam darah adalah vasopresin, norepinefrin, epinefrin,
angitensin II.
§ Kinin
Di
tubuh terdapat dua peptide yang berkaitan yang disebut kinin,
diantaranya adalah nonapeptida bradikinin dan dekapeptida
lisilbradikinin (kalidin). Kedua peptida ini dibentuk dari dua protein
precursor, high-molekuler-weight kininogen dan low-molekuler-weight
kininogen melalui alternative splicing. Kinin menyebabkan kontraksi otot
polos visseral, tetapi menyebabkan relaksasi otot polos vascular melalu
NO, yang menurunkan tekanan darah. Kinin juga meningkatkan
permeabilitas kapiler, menarik leukosit, dan menyebabkan nyeri apabila
disuntikkan di bawah kulit.
§ Hormon natriuretik
Peptida natriuretik
atrium yang disekresi oleh jantung mengantagonisasi kerja berbagai agen
vasokonstriktor dan menurunkan tekanan darah.
Vasopressin
adalah suatu vasokonstriktor kuat, tetapi apabila disuntikkan pada
individu normal akan menimbulkan kompensasi penurunan curah jantung
sehingga terjadi sedikit perubahan pada tekanan darah. Norepinefrin
memiliki efek vasokonstriktor umum, sedangkan epinefrin mendilatasikan
pembuluh di otot rangka dan hati. Oktapeptida angiotensin II memiliki
efek vasokonstriksi umum, yang dibentuk dari angiotensin I yang
dibebaskan oleh kerja rennin dari ginjal pada angiotensinogen dalam
darah.
D. Pengaturan Sistemik Oleh Sistem Saraf
1) Mekanisme Pengaturan Oleh Saraf
Semua
pembuluh darah kecuali kapiler dan venula mengandung otot polos dan
menerima serabut saraf motorik dari divisi simpatis susunan saraf
otonom. Serabut yang mensarafi pembuluh tahanan mengatur aliran darah
jaringan dan tekanan arteri. Serabut yang mensarafi pembuluh kapasitans
vena mengubah-ngubah volume darah yang dismpan di vena. Konstriksi vena
dihasilkan oleh ransang yang juga mengaktifkan saraf vasokonstriktor yang
menuju arteriol. Akibatnya, penurunan kapasitas vena meningkatkan arus
balik vena, dan menggeser darah ke arah arteri di sirkulasi.
2) Persarafan Pembuluh Darah
Serabut
noradrenergik berfungsi sebagai vasokonstriktor. Selain persarafan
vasokonstriktor, pembuluh tahanan pada otot rangka di persarafi oleh
serabut vasodilator yang bersifat kolinergik. Berkas
serabut noradrenergic dan kolinergik membentuk suatu fleksus pada
lapisan adventisia arteriol. Transmitter mencapai bagian dalam media
dengan cara difusi , dan arus menyebar dari satu sel otot polos ke sel
yang lain melalui taut celah. Serabut vasokonstriktor yang menuju
kebanyakan pembuluh darah memiliki sejumlah aktivitas tonik, sedangkan
pada vasodilatasi tidak terdapat pelepasan impuls tonik. Sebagian saraf
kolinergik juga mengandung VIP yang menimbulkan vasodilatasi.
3) Persarafan Jantung
Impuls
di saraf simpatik noradrenergik yang menuju jantung meningkatkan
frekuensi denyut jantung dan kekuatan kontraksi jantung, serta
menghambat stimulasi vagus.
4) Pengaturan vasomotor
Aktivitas
reflex spinal mempengaruhi tekanan darah , tetapi kendali utama tekanan
darah dilakukan oleh kelompok neuron di medulla oblongata yang disebut
sebagai daerah vasomotor atau pusat vasomotor. Impuls yang sampai ke
medulla juga mempengaruhi denyut jantung melalui pelepasan impuls vagus
ke jantung. Bila pelepasan impuls vasokonstriktor meningkat, kontraksi
arteriol dan tekanan darah juga meningkat.
5) Serabut aferen yang menuju daerah vasomotor
Selasa, 24 September 2013
Langganan:
Postingan (Atom)





