Limfosit terdapat sebagai sel yang berada di dalam darah, limfe,
jaringan pengikat dan epitel, terutama dalam lamina propria tractus
respiratorius dan tractus digestivus, limfosit terlihat bersama dengan
plasmasit dan makrofag sebagai kumpulan yang padat dalam jaringan
pengikat longgar. Apabila jaringan penyusunnya terdiri atas sel-sel
limfosit saja maka jaringan tersebut disebut jaringan limfoid, sedangkan
organ limfoid adalah jaringan limfoid yang membentuk bangunan sendiri.
Jadi, jaringan dan organ limfoid adalah jaringan yang mengandung
terutama limfosit, terlepas apakah terdapat bersama dengan plasmasit dan
makrofag atau tidak.
Berdasarkan atas fungsinya, jaringan limfoid terbagi menjadi:
Jaringan limfoid primer/sentral
Jaringan
limfoid primer berfungsi sebagai tempat diferensiasi limfosit yang
berasal dari jaringan myeloid. Terdapat dua jaringan limfoid primer ,
yaitu kelenjar thymus yang merupakan diferensiasi limfosit T dan sumsum
tulang yang merupakan diferensiasi limfosit B. Pada aves, limfosit B
berdiferensiasi dalam bursa fabricius. Jaringan limfoid primer
mengandung banyak sel-sel limfoid diantara sedikit sel makrofag dalam
anyaman sel stelat yang berfungsi sebagai stroma dan jarang ditemukan
serabut retikuler.
Jaringan limfoid perifer/sekunder
Jaringan
limfoid sekunder berfungsi sebagai tempat menampung sel-sel limfosit
yang telah mengalami diferensiasi dalam jaringan sentral menjadi sel-sel
yang imunokompeten yang berfungsi sebagai komponen imunitas tubuh.
Dalam jaringan limfoid sekunder, sebagai stroma terdapat sel retikuler
yang berasal dari mesenkim dengan banyak serabut-serabut retikuler.
Jaringan limfoid yang terdapat dalam tubuh sebagian besar tergolong
dalam jaringan ini, contohnya nodus lymphaticus, limfa dan tonsilla
Berdasarkan susunan histologisnya, jaringan limfoid terbagi menjadi:
1. Jaringan limfoid longgar
Susunan unsur sel yang menetap (sel makrofag dan sel retikuler) lebih banyak dari sel-sel bebas.
2. Jaringan limfoid padat
Limfosit mendominasi dibandingkan sel-sel lain.
3. Jaringan limfoid noduler
Sebenarnya
merupakan jaringan limfoid padat karena sel-sel limfosit memadati
jaringan tersebut dan tersusun dalam struktur bulat, disebut juga noulus
lymphaticus. Jaringan limfoid ini merupakan bangunan sementara yang
dapat menghilang dan timbul lagi, berfungsi sebagai tempat proliferasi
limfosit. Bagian tengah nodul berisi limfosit-limfosit muda yang
berukuran besar dengan inti pucat yang disebut centrum germinalis.
Organ Limfoid terdiri dari :
Thymus,
Nodus lympaticus,
Lien
Tonsilla,
Thymus
Thymus
merupakan organ yang terletak dalam mediastinum di depan
pembuluh-pembuluh darah besar yang meninggalkan jantung, yang termasuk
dalam organ limfoid primer. Thymus merupakan satu-satunya organ limfoid
primer pada mamalia yang tampak dan merupakan jaringan limfoid pertama
pada embrio sesudah mendapat sel induk dari saccus vitellinus. Limfosit
yang terbentuk mengalami proliferasi tetapi sebagian akan mengalami
kematian, yang hidup akan masuk ke dalam peredaran darah sampai ke organ
limfoid sekunder dan mengalami diferensiasi menjadi limfosit T.
Limfosit ini akan mampu mengadakan reaksi imunologis humoral. Geminal
centers tidak terdapat di organ ini.
I. Gambaran Histologis
Tiap
lobulus dibungkus dalam kapsel jaringan pengikat longgar yang tipis dan
melanjutkan diri ke dalam membagi lobus menjadi lobuli dengan ukuran
0,5 – 2 mm. Jaringan parenkim thymus terdiri dari anyaman sel-sel
retikuler saling berhubungan tanpa adanya jaringan pengikat lain,
diantara sel retikuler terdapat limfosit. Sel retikulernya berbentuk
stelat seperti didalam nodus lymphaticus dan lien, tetapi berasal dari
endoderm. Hubungan ini lebih jelas di daerah medulla sampai membentuk
struktur epitel yang disebut corpuskulum hassalli (thymic corpuscle).
Masing-masing lobus terdiri dari cortex dan medulla.
a. Cortex
Limfosit
dihasilkan di daerah cortex sehingga sebagian besar populasi sel di
cortex adalah limfosit dari berbagai ukuran. Hubungan antara sel
retikuler terlihat dengan M.E. sebagai desmosom, sel retikuler epitelnya
adalah sel stelat dengan inti oval yang berwarna pucat dan berukuran
7-11 mikron. Limfosit besar banyak terdapat di bagian perifer dan makin
kedalam jumlah limfosit kecil makin bertambah, sehingga cortex bagian
dalam sangat padat oleh limfosit kecil. Dalam cortex terjadi proses
proliferasi dan degenerasi, dan terdapat makrofag yang walaupun sedikit
merupakan penghuni tetap dalam cortex. Kadang-kadang juga ditemukan
sedikit plasmasit dalam parenkim.
b. Medulla
Pada medulla,
banyak terdapat sel retikuler dengan berbagai bentuk, kadang mempunyai
tonjolan dan kadang tidak mempunyai tonjolan sitoplasma. Ada pula sel
retikuler yang berbentuk gepeng dan tersusun konsentris membentuk
corpusculum Hassali. Sel-selnya berhubungan sebagai desmosom. Bagian
tengahnya mengalami degenerasi dan kadang-kadang kalsifikasi. Limfosit
terdapat tidak begitu banyak dan hanya dari jenis bentuk kecil.
Perbedaan dengan limfosit cortex karena bentuk yang tidak teratur dengan
sitoplasma lebih banyak. Dalam medulla terdapat jenis sel lain dalam
jumlah kecil seperti makrofag dan eosinofil.
II. Pembuluh Darah
Cortex
mendapat darah sebagai anyaman kapiler yang dipercabangkan dari
arteriola yang terdapat di perbatasan cortex dan medulla. Hanya terdapat
sedikit perpindahan makromolekul dari darah ke parenkim melintasi
dinding kapiler cortex, sedang di medulla pembuluh darah lebih
permeabel. Maka, limfosit dalam cortex dilindungi terhadap pengaruh
makromolekul dengan adanya blood-thymus barier. Pembuluh limfe terdapat
di jaringan pengikat penyekat lobulus.
III. Histogenesis
Thymus
berasal dari dua tonjolan epitel endoderm saccus brachialis III.
Mula-mula penonjolan ini memiliki lumen yang berhubungan dengan pharynx,
dengan adanya proliferasi epitel dindingnya, lumen akan terisi oleh
sel-sel yang juga mengadakan invasi diantara sel-sel jaringan mesenkim
di sekelilingnya. Pada umur enam minggu akan muncul limfosit yang makin
lama makin bertambah dan parenkim akan mengubah sel-sel stelat yang
dihubungkan oleh desmosom. Medulla terjadi kemudian di daerah dalam.
IV. Involusi
Proses
invulsi disebut sebagai age invultion, dimulai sejak masa kanak-kanak.
Proses tersebut dapat dipercepat sebagai akibat berbagai rangsangan,
misalnya penyakit, stress, kekurangan gizi, toksis atau ACTH, proses ini
disebut sebagai accidental involution. Pada binatang percobaan akan
terjadi experimental involution yang dapat diikuti regenerasi yang
intensif.
Thymus mengalami involusi secara fisiologis dengan
perlahan-lahan. Cortex menipis, produksi limfosit menurun sedang
parenkim mengkerut diganti oleh jaringan lemak yang berasal dari
jaringan pengikat interlobuler.
V. Histofisiologis
Limfosit
sangat penting untuk perkembangan, karena adanya sejenis limfosit yang
bertanggungjawab atas penolakan jaringan cangkok, delayed
hypersensitvity, reaksi terhadap fungsi mikroorganisme dan virus
tertentu. Limfosit T tidak melepaskan anmtibodi yang biasa tetapi
diperlukan untuk membantu reaksi humoral oleh limfosit B. Limfosit
thymus baru bersifat imunokompeten apabila sudah berada di luar thymus.
Apabila
sel induk telah sampai ke thymus, maka akan berubah menjadi limfosit
thymus dan mulai berproliferasi. Limfosit besar akan berproliferasi di
cortex tepi memberikan limfosit kecil yang berkelompok di cortex sebelah
dalam. Proliferasi di thymus tidak dipengaruhi oleh antigen yang
berbeda dengan di limfosit di organ limfoid perifer, denganh adanya
blood thymus barrier.
Limfosit yang meninggalkan thymus akan menuju
organ limfoid perifer untuk berkumpul di daerah yang dibawah pengaruh
thymus (thymus depending regions) yaitu cortex bagian dalam nodus
lymphaticus, selubung limfoid periarterial di lien, daerah antara
nodulus lymphaticus tonsilla, plaques Peyeri dan appendiks.
Nodus Lymphaticus
Nodus
lymphaticus merupakan organ kecil yang terletak berderet-deret
sepanjang pembuluh limfe. Jaringan parenkimnya merupakan kumpulan yang
mampu mengenal antigen yang masuk dan memberi reaksi imunologis secara
spesifik. Organ ini berbentuk seperti ginjal atau oval dengan ukuran
1-2,5 mm. Bagian yang melekuk ke dalam disebut hillus, yang merupakan
tempat keluar masuknya pembuluh darah. Pembuluh limfe aferen masuk
melalui permukaan konveks dan pembuluh limfe eferen keluar melalui
hillus. Nodus lymphaticus tersebar pada ekstrimitas, leher, ruang
retroperitoneal di pelvis dan abdomen dan daerah mediastinum.
I. Gambaran Histologis
Nodus
lymphaticus terutama terdiri atas jaringan limfoid yang ditembusi
anyaman pembuluh limfe khusus yang disebut sinus lymphaticus. Nodus
lymphaticus dibungkus oleh jaringan pengikat sebagai kapsula yang
menebal di daerah hillus dan beberapa jalur menjorok ke dalam sebagai
trabekula. Parenkim diantara trabekula diperkuat oleh anyaman serabut
retikuler yang berhubungan dengan sel retikuler. Diantara anyaman ini
diisi oleh limfosit, plasmasit dan sel makrofag. Parenkim nodus
lymphaticus terbagi atas cortex dan medulla, dengan perbedaan terdapat
pada jumlah, diameter dan susunan sinus.
a. Cortex
Dengan M.E.
tampak sebagai kumpulan pada sel-sel limfoid yang dilalui oleh
trabekula dan sinus corticalis. Pada cortex dibedakan daerah-daerah
sebagai nodulus lymphaticus primarius, nodulus lymphaticus secondaris
dan jaringan limfoid difus. Nodulus lymphaticus primer dan sekunder
menmpati cortex bagian luar, sedang jaringan limfoid difus menempati
cortex bagian dalam atau daerah paracortical.
Pada pengamatan dengan
M.E. sel retikuler terlihat memiliki inti yang jernih dengan sitoplasma
menagndung granular endoplasmic retikulum dan diduga membuat
serabut-serabut retikuler. Pada umumnya germinal center banayk terdapat
di daerah cortex. Daerah dekat sinus marginalis mengandung banyak
limfosit kecil karena menerima limfosit yang baru datang dari pembuluh
darah aferen. Pada bagian dalam cortex, sel-selnya tersusun lebih
longgar dan terutama terdapat limfosit kecil dan sel retikuler yang
makin bertambah.
b. Medulla/Medulla Cord
Medulla cord
merupakan kumpulan jaringan limfoid yang tersusun di sekitar pembuluh
darah. Kumpulan jaringan limfoid ini membentuk anyaman dan berakhir di
daerah hillus. Medulla ini banyak sekali mengandung anyaman serabut
retikuler dan sel retikuler yang di dalamnya mengandung limfosit,
plasmasit dan makrofag. Kadang ditemukan granulosit dan eritrosit. Dalam
keadaan sakit jumlah unsur sel akan bertambah.
II. Pembuluh Darah
Hampir
semua pembuluh darah yang menuju nodus lymphaticus akan masuk melalui
hillus, hanya sedikit yang melalui permukaan cortex., Mula-mula arteri
dari hillus mengikuti trabecula memasuki medullary cord menjadi kapiler.
Arterinya sendiri menuju cortex untuk bercabang-cabang menjadi kapiler
membentuk anyaman. Anyaman kapiler di cortex ini akan ditampung dalam
venula dengan endotil berbentuk kuboid. Dari venula ini akan berkumpul
menjadi vena yang jalannya mendampingi arteri. Venula ini tidak
mempunyai serabut otot polos dan terdapat juga pada beberapa bagian
pembuluh darah di tonsilla, plaques Peyeri dan appendix.
III. Histofisiologis
Dinding
pembuluh limfe yang tipis mudah ditembus oleh makromolekul dan sel-sel
yang berkelana dari jaringan pengikat, sehingga tidak dijumpai adanya
barier yang mencegah bahan-bahan antigenik, baik endogen maupun eksogen.
Sel bakteri dapat dengan mudah melintasi epidermis dan epitel membrana
mukosa yang membatasi ruangan dalam tubuh, yang apabila luput dari
perngrusakan oleh fagosit dalam darah maka akan berproliferasi dan
menghasilkan toksin yang mudah masuk dalam limfe.
Nodus lymphaticus
berfungsi sebagai filtrasi terhadap limfe yang masuk karena terdapat
sepanjang pembuluh limfe sehingga akan mencegah pengaruh yang merugikan
dari bakteri tersebut. Fungsi imunologis nodus lymphaticus disebabkan
adanya limfosit dan plasmasit dengan bantuan makrofag untuk mengenal
antigen dan pembuangan antigen fase terakhir. Nodus lymphaticus juga
merupakan tempat penyebaran sel-sel yang baru dilepas oleh thymus atau
sumsum tulang.
Hemal Nodes
Apabila dalam nodus lymphaticus
ditemukan eritrosit sangat banyak disebut sebagai hemal nodes. Jenis ini
ditemukan pada domba, tetapi tidak pada manusia.
Lien
Lien
merupakan organ limfoid yang terletak di cavum abdominal di sebelah
kiri atas di bawah diafragma dan sebagian besar dibungkus oleh
peritoneum. Lien merupakan organ penyaring yang kompleks yaitu dengan
membersihkan darah terhadap bahan-bahan asing dan sel-sel mati disamping
sebagai pertahanan imunologis terhadap antigen. Lien berfungsi pula
untuk degradasi hemoglobin, metabolisme Fe, tempat persediaan trombosit,
dan tempat limfosit T dan B. Pada beberapa binatang, lien berfungsi
pula untuk pembentukan eritrosit, granulosit dan trombosit.
I. Gambaran Histologis
Lien
dibungkus oleh jaringan padat sebagai capsula yang melanjutkan diri
sebagai trabecula. Capsula akan menebal di daerah hilus yang berhubungan
dengan peritoneum. Dari capsula melanjutkan serabut retikuler halus ke
tengah organ yang akan membentuk anyaman. Pada sediaan terlihat adanya
daerahbulat keabu-abuan sebesar 0,2-0,7 mm, daerah tersebut dinamakan
pulpa alba yang tersebar pada daerah yang berwarna merah tua yang
dinamakan pulpa ruba.
a) Pulpa alba
Pulpa alba sering
disebut pula sebagai corpusculum malphigi terdiri atas jaringan limfoid
difus dan noduler.Pulpa alba membentuk selubung limfoid periarterial
(periarterial limfoid sheats/PALS) di sekitar arteri yang baru
meninggalkan trabecula, selubung tersebut mengikuti arteri sampai
bercabang-cabang menjadi kapiler. Sepanjang perjalanannya pada beberapa
tempat selubung tersebut mengandung germinal center. PALS dan germinal
center merupakan jaringan limfoid, tetapi PALs sebagian besar mengandung
limfosit Tdan germinal center mengandung limfosit B. Struktur PALS
terdiri dari anyaman longgar serabut retkuler dan sel retikuler. Di
tengah pulpa alba terdapat arteri sentralis . dalam celah-celah anyaman
terdapat limfosit kecil dan sedang, kadang ditemukan plasmasit. Pada
waktu adanya rangsangan antigen di daerah PALS banyak terdapat limfosit
besar, limfoblas dan plasmasit muda banyak sekali.
b) Pulpa rubra
Pulpa
rubra terdiri atas pembuluh-pembuluh darah besar yang tidak teratur
sebagai sinus renosus dan jaringan yang mengisi diantaranya sebagai
splendic cords of Billroth. Warna merah pulpa rubra disebabkan karena
eritrosit yang mengisi sinus venosus dan jaringan diantaranya.
Di
dalam celah pulpa terdapat sel-sel bebas seperti makrfag, semua jenis
sel dalam darah dengan beberapa plasmasit. Dengan M.E. makrofag dapat
dengan mudah ditemukan sebagai sel besar dengan sitoplasma yag
kadang-kadang mengandung eritrosit, netrofil dan trombosit atau pigmen.
Bagian tepi pulpa alba terdapat daerah peralihan dengan pulpa rubra
sebesar 80-100 mikron, daerah ini dinamakan zona marginalis yang
mengandung sinus venosus kecil. Zona marginais merupakan pulpa rubra
yang menerima darah arterial sehingga merupakan tempat hubungan pertama
antara sel-sel darah dan partikel dengan parenkim lien.
Capsula dan Trabecula
Capsula
dan trabecula terdiri atas jaringan pengikat padat dengan sel otot
polos dan anyaman serabut elastis. Permukaan luar terdiri dari sel
mesotil sebagai bagian peritoneum. Trabecula merupakan lanjutan kapsula
yang membawa arteri, vena dan pembuluh limfe. Trabecua mengandung lebih
banyak serabut elastis dan beberapa serabut sel otot polos.
Arteri
Cabang-cabang
arteri linealis masuk melalui hilus,mengikuti trabecula dan tiap kali
bercabang menjadi makin kecil. Mula-mula arteri ini sebagai jenis arteri
muskuler dengan tunika adventitia yang longgar dalam jaringan pengikat
padat trabecula. Setelah mencapai diameter 0,2 mm, arteri tersebut
mennggalkan trabecula dan tunika adventitianya diganti oleh jaringan
limfoid hingga menjadi arteri sentralis.
Arteri sentralis merupakan
arteri muskuler dengan endotil berbentuk tinggi disertai selapis atau
dua lapis otot polos yang melanjutkan dengan bercabang-cabang dan makin
kecil. Pada diameter 40-50 mikron, selubung limfoid menipis dan
bercabang menjadi 2-6 pembuluh sebagai arteria penicillus atau arteria
pulpa rubra. Pada waktu masuk pulpa rubra, arteri penicillus bercabang
menjadi 2-3 kapiler dengan dinding yang menebal yag disebut selubung
Schweiger Seidel. Kapilernya disebut sheated capillary.
Menurut Baley’s Textbook of Histology, arteri penicullus terdiri dari tiga bagian:
1. Arteri pulpa,merupakan segmen terpanjang denganselapis otot polos.
2. Sheated capillary, tanpa otot polos
3. Terminal arterial capilarry
Sinus Venosus dan Vena
Sinus
venosus terdapat di seluruh pulpa rubra dan banyak sekali terdapat di
sekeliling pulpa alba. Pembuluh-pembuluh darah ini dapat disebut sinus
venosus sebab lumennya tidak teratur lebarnya (12-40 mikron).Dindingnya
terdiri atas endotil dan lamina basalis. Sitoplasma mengandung dua macam
filament yang tersusun sejajar sumbu panjang dan tidak terdapat
intercellular junction. Kemampuan fagositosis sangat terbatas. Sinus
venosus akan mengalirkan darah ke vena pulpa yang menpunyai dinding
terdiri atas endotil memanjang, lamina basalis dan selapis tipis otot
pos. Selanjutnya vena pulpa akan bermuara ke vena trabecula yang akan
berkumpul di hilus sebagai vena lienalis.
Hubungan Arteri dan Vena
Ada tiga teori mengenai hubungan arteri dan vena:
1. Teori sirkulasi terbuka
Teori
ini menyatakan bahwa darah drai kapiler bermuara di dalam celah-celah
antara sel retikuler kemudian perlahan-lahan kembali ke sinus venosus.
2. Teori sirkulasi tertutup
Teori ini menyatakan bahwa kapiler berhubungan langsung dengan sinus venosus.
3. Teori kompromi
Teori ini menyatakan bahwa dalam lien terdapat kedua macam sirkulasi tersebut pada suatu tempat.
Histogenesis dan Regenerasi Lien
Primordium
lien tampak pada embrio umur 8-9 minggu sebagai suatu penebalan
jaringan mesenkim pada mesogastrium dorsalis. Sel-sel mesenkim
memperbanyak diri dengan mitosis membentuk hubungan melalui tonjolannya
sebagai rangka retikuler dalam pulpa alba dan pulpa rubra. Kemudian
muncul sel primitif basofil yang berasal dari sel-sel induk dalam saccus
vitelinus, hepar atau medulla oseum.
Limfosit dalam lien sebagian
beupa limfosit T, sebagian dari medulla oseum yang dibawah pengaruh
Limfosit B. Makrofag dalam lien kemungkinan berasal dari sel induk dalam
medulla osseum. Apabila lien diangkat, maka fungsinya akan diambil alih
oleh organ lain. Apabila terjadi luka, akan terjadi kesembuhan dengan
timbulnya jaringan pengikat.
Tonsilla
Lubang
penghubung antara cavum oris dan pharynx disebut faucia. Di daerah ini
membran mukosa tractus digestivus banyak mengandung kumpulan jaringan
limfoid dan terdapat infiltrasi kecil-kecil diseluruh bagian di daerah
tersebut. Selain itu diyemukan juga organ limfoid dengan batas-batas
nyata.
Rangkaian organ limfoid ini (cincin Waldeyer) meliputi:
a. Tonsila Lingualis
Tonsilla
lingualis terdapat pada facies dorsalis radix linguae sebagai
tonjolan-tonjolan bulat. Pada permukaannya terdapat lubang kecil yang
melanjutkan diri sebagai celah invaginasi(crypta) yang dilapisi oleh
epitel gepeng berlapis. Crypta tersebut dikelilingi oleh jaringan
limfoid. Sejumlah limfosit yang mengalami infiltrasi dalam epitel dan
berkumpul dalam crypta yang kemudian mengalami degenerasi dan membentuk
suatu kumpulan dengan sel epitel yang sudah terlepas bersama bakteri
sebagai detritus. Kadang-kadang dalam crypta bermuara kelenjar mukosa.
Dalam jaringan limfoid tampak adanya nodus lymphaticus.
b. Tonsila Palatina
Diantara
arcus glossoplatinus dan arcus pharyngopalatinus terdapat ua buah
jaringan limfoid dibawah membrane mukosa yang masing-masing disebut
tonsilla palatine. Epitel bersama jaringan pengikat yang menutupi
mengadakan invaginasi membentuk crypta sebanyak 10-20 buah. Pada dasar
crypta, batas antara epitel dan jaringan limfoid kabur karena infiltrasi
limfosit dalam epitel. Limfosit yang telah melintasi epitel bersama
dengan leukosit dan sel epitel yang mati sebagai corpusculum salivarius.
Terdapat nodulus lymphaticus sebesar 1-2 mm dengan germinal centernya
tersusun berderet dalam jaringan limfoid yang difus. Antara nodulus
lymphaticus yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh jaringan pengikat
(capsula) yang mengandung limfosit, mast sell dan plasmasit. Apabila
ditemukan granulosit, hal ini menunjukkan adanya radang.
c. Tonsila Pharyngealis
Pada
atap dan dinding dorsal nasopharynx terdapat kelompok jaringan limfoid
yang ditutupi pula oleh epitel yang dinamakan tonsilla pharyngealis.
Jenis epitelnya sama dengan epitel tractus respiratorius ialah epitel
semu berlapis bercillia dengan sel piala. Epitelnya tidak mengadakan
invaginasi membentuk crypta tetapi melipat-lipat. Pada puncak lipatan
banyak infiltrasi limfosit, dibawah epitel terdapat nodulus lymphaticus
yang mengikuti lipatan-lipatan. Jaringan limfoid ini dipisahkan oleh
capsula tipis jaringan pengikat dan diluar capsula terdapat
kelenjar-kelenjar campuran yang saluran keluarnya menembus jaringan
limfoid dan bermuara didalam saluran lipatan epitel.
Shofiyyah
Ilmu merupakan pondasi tegaknya amalan dan ibadah. Sebagian ulama salaf (terdahulu) berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu maka dia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.” (lihat al-’Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 93)
Tampilkan postingan dengan label Organ Anatomy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organ Anatomy. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 September 2013
Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ
berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama
yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari
Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang
berperan dalam sistem peredaran darah.
Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
1. Permukaan Jantung

2. Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.
3. Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
4. Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar pergumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. otot yang mati ini disebut infark
6. Gejala Serangan Jantung
Ada beberapa, antara lain:
1.Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
2.Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
3.Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
4.Palpitasi (jantung berdebar-debar)
5.Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan
7. FUNGSI JANTUNG
Jantung berfungsi memompakan darah kaya Oksigen (O2) keseluruh tubuh melalui pembuluh darah nadi (arteri) dan menerima darah kurang O2 (kotor) dari seluruh tubuh melalui pembuluh darah balik (vena) untuk dipompakan kembali ke paru-paru dan mendapatkan O2 kembali, kemudian dialirkan ke jantung bagian kiri jantung, untuk dipompakan kembali kaseluruh tubuh, begiulah selanjutnya. Fungsi ini tidak bisa dikomando oleh kita, jadi bekerja secara otomatis. Jantung normal berdenyut rata2 60-100 /menit, dan setiap denyut akan dikeluarkan sekitar 70-80 cc darah, jadi rata2 setiap menitnya kira2 5 ltr darah yang dipompa, 300 ltr/jam, 7000 ltr/hari, dan ini tidak pernah istirahat. Bila umur kita 50 thn saja, berapa banyak yang telah dipompakan oleh jantung kita yang hanya sebesar 1 kepalan tangan kita.
Shofiyyah
Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
1. Permukaan Jantung
2. Struktur Internal Jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.
3. Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
4. Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
- Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
- Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
- Diabetes.
- Merokok.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kegemukan (obesitas).
- Gaya hidup buruk.
- Stress.
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar pergumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. otot yang mati ini disebut infark
6. Gejala Serangan Jantung
Ada beberapa, antara lain:
1.Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
2.Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
3.Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
4.Palpitasi (jantung berdebar-debar)
5.Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan
7. FUNGSI JANTUNG
Jantung berfungsi memompakan darah kaya Oksigen (O2) keseluruh tubuh melalui pembuluh darah nadi (arteri) dan menerima darah kurang O2 (kotor) dari seluruh tubuh melalui pembuluh darah balik (vena) untuk dipompakan kembali ke paru-paru dan mendapatkan O2 kembali, kemudian dialirkan ke jantung bagian kiri jantung, untuk dipompakan kembali kaseluruh tubuh, begiulah selanjutnya. Fungsi ini tidak bisa dikomando oleh kita, jadi bekerja secara otomatis. Jantung normal berdenyut rata2 60-100 /menit, dan setiap denyut akan dikeluarkan sekitar 70-80 cc darah, jadi rata2 setiap menitnya kira2 5 ltr darah yang dipompa, 300 ltr/jam, 7000 ltr/hari, dan ini tidak pernah istirahat. Bila umur kita 50 thn saja, berapa banyak yang telah dipompakan oleh jantung kita yang hanya sebesar 1 kepalan tangan kita.
Shofiyyah
Kerongkongan
Dalam anatomi, tenggorok adalah bagian dari leher yang terdiri dari faring dan laring. Tenggorok memiliki sebuah selaput otot yang dinamakan epiglottis yang berfungsi untuk memisahkan esofagus dari trakea dan mencegah makanan dan minuman untuk masuk ke saluran pernapasan. Tenggorok itu terdiri dari 2 bagian:
1. Jalan makan (keronggongan): Orofaring, hipofaring dan esofagus
2. Jalan napas (tenggorok): Faring, laring dan trakea
Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin,dan lipase.
- Amilase berfungsi untuk menguraikan zat tepung (amilum) menjadi gula( multosa)
- Tripsin menguraikan protein menjadi asam amino.
- Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Pada permukaan usus halus dipenuhi jonjot – jonjot usus dan vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.
Hati
Hati adalah organ tubuh manusia bagian dalam (setelah kulit) dan beratnya sekitar 1,25 kg atau sekitar 3 pon
- Ukuran hati cukup besar,kira-kira sebesar bola untuk rugby (American football).
- Hari terletak di bawah rusuk, di bagian kanan atas perut. Anda tak dapat hidup tanpa hati.
- Hati merupakan salah satu organ tubuh terpenting,memiliki lebih dari 500 fungsi. Beberapa diantaranya meliputi melawan infeksi,memproses makanan yang telah di serap dari usus, memproduksi getah empedu, senyawa yang berfungsi penting dalam sistem pencernaan makanan,menyaimpan zat besi,vitamin dan bahan – bahan kimia lain yang penting mengontrol tingkat atau kadar lemak,glukosa atau gula dan asam aminu dalam darah dan detoksifikasi atau membuang zat – zat racun dalam tubuk.
- Cara lain untuk melihat apa yang di kerjakan oleh hati adalah dengan memikirkan bagaimana hati bisa membantu anda dengan memproduksi energi secara cepat jika dibutuhkan,mencegah kekurangan bahan bakar tubuh dengan menyimpan vitamin – vitamin tertenu,mineral dan gula,mengontrol produksi dan ekskresi koleksterol,metabolisme alkohol,menyimpan zat besi,memonitrol dan menjaga keseimbangan berbagai zat kimia serta obat – obatan dalam darah dan membantu tubuh untuk bertahan melawan infeksi dengan memproduksi faktor kekebalan tubuh dan dengan membuang bakteri dari aliran darah.
- Hati memiliki pasokan darah yang unik dari 2 sumber.pasokan darah dari arteri hepatika dan dari vena porta yang berasal dari usus. Semua darah yang berasal dari usus akan mencapai jantung dan paru – paru setelah melewati hati.
- Hati memiliki kapasitas yang basar untuk tumbuh kembali. Sampai tiga perempat bagian dari hati dapat di ambil dan sisanya akan tumbuh kembali sampai ke ukuran dan bentuk norrmal dalam periode waktu tertentu.
- Kerusakan hati menghambat kemampauannya untuk melawan infeksi serta menjalankan fungsi – fungsi penting lainnya.
- Hepatitis C adlah virus yang menyebar melalui darah yang terinfeksi, menyarang hati dan menyebabkan kerusakan hati.kerusakan fungsi hat karena hepatitis C kronik merupakan penyebab utama dilakukannya transplantasi hati.
- Ada banyak jenis penyakit hati, tatapi beberapa yang terpenting adalah virus hepatitis,sirosis,batu empedu gangguan hati yang disebabkan oleh alkohol, kanker hati dan gangguan hati pada anak – anak.
Shofiyyah
Usus
Usus adalah bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung
hingga anus. Pada manusia dan mamalia lain, usus terdiri dari dua
bagian: usus kecil dan usus besar (kolon). Pada manusia, usus kecil
terbagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar
terbagi menjadi cecum, kolon, dan rektum.
1. Usus besar

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.
2. Usus halus

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
3. Usus dua belas jari

Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.
Fungsi Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.
Shofiyyah
1. Usus besar
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.
2. Usus halus
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
3. Usus dua belas jari
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.
Fungsi Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.
Shofiyyah
Lambung
Lambung adalah organ tubuh setelah kerongkongan yang berfungsi untuk menghancurkan atau mencerna makanan yang ditelan dan menyerap sari atau nutrisi makanan yang penting bagi tubuh.
1. Fungsi Lambung
Fungsi lambung adalah sebagai berikut:
- Menghasilkan pepsinogen,pepsinogen merupakan yang belum aktif dari pepsin. Enzim pepsin berfungsi merubah molekul protein menjadi potongan – potongan protein(pepton).
- Diding lambung menghasilkan asam klorida (HCI) yang berfungsi untuk membunuh mikrorganisme dalam makanan. Menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
- Permukaan lambung mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung dari HCI.
- Pada bayi lambungnya, menghasilkan 2 enzim yaitu renin,berfungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein dengan bantuan kalsium dan lipase untuk mencegah lemak dalam susu.
Limpa
Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Organ ini dianggap merupakan salah satu pusat kegiatan pada sistem retikuloendotelium. Awalnya, peranan limpa tidak dimengerti dengan jelas. Tapi, akhir-akhir ini, ditemukan bahwa ketidakhadiran limpa dapat mendorong timbulnya beberapa jenis infeksi.
1. Fungsi Limpa
Fungsi limpa di bagi menjadi 5 kategori :
- Filter sel darah merah
- Produksi opsonin – tufsin dan properdin
- Produksi imunoglobulin lg M
- Produksi hematopoesis in utero
- Regulasi T dan B limposit
Empedu
Empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan berwarna hijau kekuningan, yang disekresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata. Pada beberapa spesies, empedu disimpan di kantung empedu dan dilepaskan ke usus dua belas jari untuk membantu proses pencernaan.
Empedu dihasilkan oleh hati. Garam empedu yang dihasilkannya mencegah agregat lemak hingga memperbesar luas permukaannya. Bentuk micelles (agregat dari asam lemak,kolesterol,dan monogliresida ) yang dihasilkannya membuat lemak dapat larut dalam air. Hal ini penting dalam mempercepat proses pemecahan lemak oleh empedu membuat sekresi,ekskresidan reabsorpsi empedu menjadi bahan yang menarik untuk di bahas di dalam artikel kedokteran ini. Hati dan kantung empedu merupakan dua bagian yang tak terpisahkan saat kita membahas tentang empedu.
- Bagian – Bagian Empedu
- Garam – garam empedu
- Elektrolit
- Pigmen empedu
- Kolesterol
- Lemak
- Fungsi Empedu
Shofiyyah
Paru-paru
Paru – paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem predaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernafas dengan udara
- Fungsi Paru – Paru
Paru- paru mamalia bertekstur seperti spons dan tertutupi 15 ronchial 15,sehingga permukaan totalnya jauh lebih besar dari pada permukaanluar paru – paru itu sendiri. Paru – paru manusia adalah contoh tipikal paru – paru jenis ini.
Bernapas terutama digerakkan otot diagfragma di bawah. Jika otot mengerut ruang yang menampung paru – paru akan meluas, dan begitu pula sebaliknya. Tulang rusuk juga dapat meluas dan mengerut sedikit. Akibatnya,uadara terhirup masuk dan terdorong kaeluar paru – paru melalui trakea dan tobe 15 ronchial atau bronchi yang bercabang – cabang dan ujungnya merupakan alveoli, yakni kntung – kantung kacil yang di kelilingi kapiler yang berisi darah.disini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah, dan kemudian di bawah oleh hemoglobin.
Darah terdeoksigenisasi dari jantung mencapai paru – paru melalui arteri paru – paru dan, setelah dioksigenisasi, beredar kembali melalui vena paru – paru.
Shofiyyah
Ginjal
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.
1.FUNGSI GINJAL
Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang.
2.KELAINAN PADA GINJAL
Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal:
Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:
1. Makan makanan berlemak
2. Kolesterol dalam darah yang tinggi
3. Kurang berolahraga
4. Merokok, dan
5. Minum minuman beralkohol.
3.Mengatasi Gagal Ginjal
Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi:
1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin
2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut
Shofiyyah
ORGAN TUBUH MANUSIA BAGIAN DALAM
A. KERONGKONGAN
Dalam anatomi, tenggorok adalah bagian dari leher yang terdiri dari faring dan laring. Tenggorok memiliki sebuah selaput otot yang dinamakan epiglottis yang berfungsi untuk memisahkan esofagus dari trakea dan mencegah makanan dan minuman untuk masuk ke saluran pernapasan. Tenggorok itu terdiri dari 2 bagian:
1. Jalan makan (keronggongan): Orofaring, hipofaring dan esofagus
2. Jalan napas (tenggorok): Faring, laring dan trakea.
B. JANTUNG
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.
Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak nafas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.
- Permukaan Jantung
- Struktur Internal Jantung
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas, khususnya di aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah. Dua pasang rongga (bilik dan serambi bersamaan) di masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup berdaun dua.
- Cara Kerja Jantung
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan.
Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.
Darah dalam serambi kiri akan didorong menuju bilik kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.
- Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
- Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
- Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
- Diabetes.
- Merokok.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kegemukan (obesitas).
- Gaya hidup buruk.
- Stress.
- Serangan Jantung
Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibar pergumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.
- Gejala Serangan Jantung
1.Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
2.Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung.
Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
3.Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
4.Palpitasi (jantung berdebar-debar)
5.Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan
- Fungsi jantung
C. GINJAL
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.
- Fungsi ginjal
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang.
- 2. Kelainan pada ginjal
Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:
1. Makan makanan berlemak
2. Kolesterol dalam darah yang tinggi
3. Kurang berolahraga
4. Merokok, dan
5. Minum minuman beralkohol.
- 3. Mengatasi gagal ginjal
1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin
2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut
D.HATI
Hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh (setelah kulit) dan beratnya berkisar 1,25 kg atau sekitar 3 pon.
- Ukuran hati cukup besar, kira-kira sebesar bola untuk rugby (American football).
- Hati terletak di bawah rusuk, di bagian kanan atas perut. Anda tak dapat hidup tanpa hati.
- Hati merupakan salah satu organ tubuh terpenting, memiliki lebih dari 500 fungsi. Beberapa diantaranya meliputi melawan infeksi, memproses makanan yang telah diserap dari usus, memproduksi getah empedu, senyawa yang berfungsi penting dalam sistem pencernaan makanan, menyimpan zat besi, vitamin dan bahan-bahan kimia lain yang penting, mengontrol tingkat/kadar lemak, glukosa/gula dan asam amino dalam darah dan detoksifikasi atau membuang zat-zat racun dalam tubuh.
- Cara lain untuk melihat apa yang dikerjakan oleh hati adalah dengan memikirkan bagaimana hati bisa membantu Anda dengan memproduksi energi secara cepat jika dibutuhkan, mencegah kekurangan bahan bakar tubuh dengan menyimpan vitamin-vitamin tertentu, mineral dan gula, mengontrol produksi dan ekskresi kolesterol, metabolisme alkohol, menyimpan zat besi, memonitor dan menjaga keseimbangan berbagai zat kimia serta obat-obatan dalam darah dan membantu tubuh untuk bertahan melawan infeksi dengan memproduksi faktor kekebalan tubuh dan dengan membuang bakteri dari aliran darah.
- Hati memiliki pasokan darah yang unik dari dua sumber. Pasokan darah dari arteri hepatika dan dari vena porta yang berasal dari usus. Semua darah yang berasal dari usus akan mencapai jantung dan paru-paru setelah melewati hati.
- Hati memiliki kapasitas yang besar untuk tumbuh kembali. Sampai tiga perempat bagian dari hati dapat diambil dan sisanya akan tumbuh kembali sampai ke ukuran dan bentuk normal dalam periode waktu tertentu.
- Kerusakan hati menghambat kemampuannya untuk melawan infeksi serta menjalankan fungsi-fungsi penting lainnya.
- Hepatitis C adalah virus yang menyebar melalui darah yang terinfeksi, menyerang hati dan menyebabkan kerusakan hati. Kerusakan fungsi hati karena hepatitis C kronik merupakan penyebab utama dilakukannya transplantasi hati.
Hati berfungsi mengatur komposisi darah,terutama jumlah gula,protein,dan lemak yang masuk dalam peredaran darah.hati juga mrnyingkirkan bili rubin dari darah untuk kemudian di keluarkan melalui feses.
- dan gangguan hati pada anak-anak.
E.PARU-PARU
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara. Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut “pernapasan eksternal” atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.
- Fungsi Paru – Paru
Paru- paru mamalia bertekstur seperti spons dan tertutupi 15 ronchial 15,sehingga permukaan totalnya jauh lebih besar dari pada permukaan luar paru – paru itu sendiri. Paru – paru manusia adalah contoh tipikal paru – paru jenis ini.
Bernapas terutama digerakkan otot diagfragma di bawah. Jika otot mengerut ruang yang menampung paru – paru akan meluas, dan begitu pula sebaliknya. Tulang rusuk juga dapat meluas dan mengerut sedikit. Akibatnya,uadara terhirup masuk dan terdorong kaeluar paru – paru melalui trakea dan tobe 15 ronchial atau bronchi yang bercabang – cabang dan ujungnya merupakan alveoli, yakni kntung – kantung kacil yang di kelilingi kapiler yang berisi darah.disini oksigen dari udara berdifusi ke dalam darah, dan kemudian di bawah oleh hemoglobin.
Darah terdeoksigenisasi dari jantung mencapai paru – paru melalui arteri paru – paru dan, setelah dioksigenisasi, beredar kembali melalui vena paru – paru.
F. LIMPA
Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Organ ini dianggap merupakan salah satu pusat kegiatan pada sistem retikuloendotelium. Awalnya, peranan limpa tidak dimengerti dengan jelas. Tapi, akhir-akhir ini, ditemukan bahwa ketidakhadiran limpa dapat mendorong timbulnya beberapa jenis infeksi.
1. Fungsi Limpa
Fungsi limpa di bagi menjadi 5 kategori :
- Filter sel darah merah
- Produksi opsonin – tufsin dan properdin
- Produksi imunoglobulin lg M
- Produksi hematopoesis in utero
- Regulasi T dan B limposit
Lambung adalah organ tubuh setelah kerongkongan yang berfungsi untuk menghancurkan atau mencerna makanan yang ditelan dan menyerap sari atau nutrisi makanan yang penting bagi tubuh.
1. Fungsi Lambung
Fungsi lambung adalah sebagai berikut:
- Menghasilkan pepsinogen,pepsinogen merupakan yang belum aktif dari pepsin. Enzim pepsin berfungsi merubah molekul protein menjadi potongan – potongan protein(pepton).
- Diding lambung menghasilkan asam klorida (HCI) yang berfungsi untuk membunuh mikrorganisme dalam makanan. Menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
- Permukaan lambung mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung dari HCI.
- Pada bayi lambungnya, menghasilkan 2 enzim yaitu renin,berfungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein dengan bantuan kalsium dan lipase untuk mencegah lemak dalam susu.
Usus adalah bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. Pada manusia dan mamalia lain, usus terdiri dari dua bagian: usus kecil dan usus besar (kolon). Pada manusia, usus kecil terbagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar terbagi menjadi cecum, kolon, dan rektum.
1. Usus besar
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.
2. Usus halus
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
3. Usus dua belas jari
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.
Fungsi Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.
I. EMPEDU
Empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan berwarna hijau kekuningan, yang disekresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata. Pada beberapa spesies, empedu disimpan di kantung empedu dan dilepaskan ke usus dua belas jari untuk membantu proses pencernaan.
Empedu dihasilkan oleh hati. Garam empedu yang dihasilkannya mencegah agregat lemak hingga memperbesar luas permukaannya. Bentuk micelles (agregat dari asam lemak,kolesterol,dan monogliresida ) yang dihasilkannya membuat lemak dapat larut dalam air. Hal ini penting dalam mempercepat proses pemecahan lemak oleh empedu membuat sekresi,ekskresidan reabsorpsi empedu menjadi bahan yang menarik untuk di bahas di dalam artikel kedokteran ini. Hati dan kantung empedu merupakan dua bagian yang tak terpisahkan saat kita membahas tentang empedu.
- Bagian – Bagian Empedu
- Garam – garam empedu
- Elektrolit
- Pigmen empedu
- Kolesterol
- Lemak
- Fungsi Empedu
J.PANKREAS
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin,dan lipase.
- Amilase berfungsi untuk menguraikan zat tepung (amilum) menjadi gula( multosa)
- Tripsin menguraikan protein menjadi asam amino.
- Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Pada permukaan usus halus dipenuhi jonjot – jonjot usus dan vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.
Langganan:
Postingan (Atom)